September 01, 2020

Nemanja Matic: Manchester United Salah Satu Klub Populer Di Serbia

Nemanja Matic menganggap Manchester United sebagai salah satu klub yang punya suporter dengan basis besar di Serbia, negara asalnya, hanya kalah dari Red Star dan Partizan Belgrade.

Matic sendiri tengah bersiap untuk menjalani musim keempatnya sebagai pemain Setan Merah dan beberapa waktu lalu ia menyebut “tidak ada alasan” untuk gagal sembari meminta timnya berjuang memperebutkan gelar Liga Primer Inggris musim 2020/21.

Pemain yang didatangkan dari Chelsea di era kepemimpinan Jose Mourinho ini berharap gelaran mendatang akan menjadi yang terbaik untuk The Red Devils dan menekankan bahwa perkembangan klub juga akan dipantau oleh suporter di Serbia.

“Saya harus jujur dan menyebut United di Serbia itu sangat populer,” kata Matic di UTD Podcast. “Itu mungkin, setelah Red Star dan Partizan, klub ketiga [terbesar]. Jika kalian melihat berapa banyak suporter yang mereka miliki, Red Star itu nomor satu, Partizan nomor dua dan United ketiga.

“Saya selalu menyukai United ketika Nemanja Vidic masih bermain di sini. Dia berasal dari Serbia, dia tinggal tidak jauh dari rumah saya di Serbia Barat, jadi kami selalu mendukungnya.”

Matic menambahkan: “Ketika saya punya kesempatan datang ke sini [Inggris], saya sejatinya ingin bermain untuk United, yang mungkin klub terbesar di Inggris dan salah satu yang terbaik di dunia. Kita bisa sebut Real Madrid, Manchester United dan mungkin Bayern Munich. Buat saya mereka adalah tiga klub terbesar di dunia.

“Itu adalah keputusan mudah [untuk pindah ke United]. Saya tidak ingin mengatakan saya tidak bahagia di Chelsea, tentu saja saya bahagia, namun saya pikir itu adalah waktu yang tepat untuk pindah. Seperti yang saya tekankan, ketika Anda punya kesempatan untuk pergi dan bermain bagi Manchester United, saya pikir Anda harus memaksimalkan itu.”

Gelandang senior itu tak ketinggalan membahas perjalanannya untuk menjadi pemain seperti sekarang, dengan mengaku menempa diri di lapangan yang kurang layak saat masih kecil.

“Ketika saya tumbuh kembang, saya tidak punya lapangan untuk berlatih, lapangannya sangat buruk – terletak di samping pemakaman. Itu juga bukan lapangan, mereka hanya menempatkan tiang dan garis dan menyebut itu sebagai lapangan!” lanjutnya.

“Untuk itu saya ingin membuat lapangan yang bagus untuk anak-anak, jadi mereka bisa berlatih, mereka bisa berkembang. Jika seseorang ingin bermain sepakbola, kemudian mereka akan punya kondisi yang bagus.

“Dan tentu saja saya ingin membantu sekolah, karena untuk memiliki sekolah yang bagus adalah hal yang sangat penting. Ketika saya masih di sekolah, kami bahkan tidak punya toilet. Anda harus pergi ke luar di hutan!

“Saya rasa ini adalah tugas saya karena anak-anak di sana, mereka pantas untuk memiliki kondisi yang lebih baik terkait segalanya, sekolah, tempat latihan dan taman bermain untuk anak kecil. Jadi saya akan mencoba untuk membantu mereka.

“Saya akan melakukan itu karena saya bisa. Kita harus jujur, di United, Chelsea atau Arsenal contohnya, kita mendapatkan banyak uang dan sejumlah uang itu harus kita keluarkan demi masa depan, karena banyak anak-anak yang akan menjadi bintang di masa depan dan mereka juga harus melakukan itu di suatu hari nanti.”